This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Cara Hidroponik Murah dan Sederhana! Gunakan Saja Barang Bekas Di Rumah

Cara Hidroponik Murah dan Sederhana! Gunakan Saja Barang Bekas Di Rumah
RuangRakyat — Seperti yang kita ketahui bahwa hidroponik adalah metode menanam tanpa menggunakan tanah atau cara konvensional melainkan menggunakan media air untuk pertumbuhannya. Banyak sekali jenis sayuran-sayuran maupun buah-buahan yang bisa ditanam menggunakan cara hidroponik yang dapat jadi santapan sehari-hari!
Kebanyakan dari masyarakat beranggapan bahwa menanam menggunakan sistem hidroponk itu sulit dan rumit, banyak menggunakan pipa-pipa pvc yang memiliki banyak saluran, ataupun menggunakan talang-talang air untuk menanam. Namun ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena menanam sayuran secara hidroponik pun bisa dilakukan dengan menggunakan cara yang simpel dan sederhana.
Kuncinya adalah manfaatkan barang-barang bekas yang bisa anda temukan sehari-hari di rumah. Dengan barang bekas itu, kita bisa membuat sistem hidroponik wick/sumbu maupun rakit apung. Sistem ini sangat mudah diterapkan dirumah Anda, sangat cocok untuk skala kecil dan tentunya sayuran sehat pun tinggal petik!
Sistem Hidroponik Rakit Apung

Pemanfaatan Styrofoam dalam Sistem Rakit Apung (Sumber: Tanaman Penulis)

Sistem rakit apung sendiri sangat mudah dibuat, sistem ini diibaratkan seperti sebuah rakit yang mengapung diatas air, dimana diatas rakit tersebut yang biasanya terbuat dari sterofoam, tumbuhlah sayuran-sayuran sehat yang bisa anda nikmati ketika panen nanti.
Yuk siapkan bahan-bahan berikut ini:
  1. styrofoam  bekas  bersama tutupnya(bisa ukuran besar atau kecil)
  2. sekam bakar
  3. aqua gelas bekas
  4. benih sayuran yang akan ditanam
  5. nutrisi ab mix (bentuknya cair, dan terpisah, nutrisi A dan nutrisi B)
  6. plastik untuk dasar sterofoam
Cara membuat Sistem Hidroponik Raket Apung:

Pemanfaatan gelas plastik bekas pad Sistem Rakit Apung (Sumber: Tanaman Penulis)

  1. pertama-tama buatlah lubang-lubang pada bagian bawah aqua gelas bekas yang sudah dibersihkan, bisa menggunakan obeng yang dipanaskan terlebih dahulu, tujuannya adalah untuk keluarnya akar ketika nanti tumbuh lebih besar.
  2. kedua masukan sekam bakar ke aqua gelas yang sudah dilbangi tersebut sebanyak setengah gelas. buatlah sampai 9 gelas tergantung jumlah lubang tanam disterofoam.
  3. ketiga, masukan benih sayuran, tergantung jenis sayuran, jika sayuran cukup besar seperti sawi-sawian atau selada bisa masukan 1 sampai 3 benih pergelas, namun jika sayuran seperti kangkung ataupun bayam bisa masukan lebih banyak agar tumbuh lebih rapat bisa 10 sampai 20 benih.
  4. keempat, siram lah semaian tersebut agar dan simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung/gelap selama kurang lebih 24 jam. lalu setlah benih pecah/sprout langsung jemur dibawah sinar matahari langsung selama lima/tujuh hari hingga terlihat daun sejati, jangan lupa untuk tetap disiram setiap harinya jangan sampai semaian kering.
  5. kelima buatlah lubang seukuran aqua gelas pada tutup sterofoam bekas buah tersebut untuk nantinya menyimpan semaian yang disimpan di aqua gelas.
  6. keenam lapisi sterofoam bekas buah dengan menggunakan plastik, tujuannya ketika diisi air, sterofoam tidak bocor.
  7. ketujuh setelah bibit sudah memiliki dan sejati dan sudah siap pindah tanam, pindahkan lah semaian beserta aqua gelasnya ke wadah sterofoam yang telah diisi air sampai cukup penuh dan tempatkan sesuai lubang yang telah dibuat pada bagian tutup sterofoam.
  8. terakhir campurkan air baku tersebut dengan nutrisi ab mix yang bisa dibeli di toko pertanian atau secara online. untuk takarannya jika tidak memiliki alat ukurnya bisa menggunakan rumus 5:5:1. yaitu 5ml nutrisi A dan 5ml nutrisi B untuk 1 liter air baku. 5ml tersebut bisa ditakar dengan menggunakan tutup botol, karena 1 tutup botol kurang lebih adalah 5ml. Perlu diketahui bahwa nutrisi AB mix adalah bahan utama dan terpenting dalam hidroponik ini, karena nutrisi inilah yang membuat tumbuhan dapat berkembang dengan memberikan kebutuhan untuk si tumbuhan tersebut. Bentuk nutrisi ini sendiri adalah cair ataupun bubuk yang kemudian harus kita larutkan di air juga, dan terpisah antara A dan B, namun penggunaannya selalu berbarengan dan dengan takaran yang selalu sama banyak.
Nah untuk wick system atau sistem sumbu, sebenarnya sama saja. Sumbu sendiri biasanya terbuat dari kain flanel yang dipotong memanjang yang ditaruh di media tanam dan menyentuh air nutrisi, tujuannya agar akar tanaman selalu basah karena kain flanel menyerap air cukup baik. Jadi sumbu flanel ini bisa membantu jika ujung media tanam (netpot/aqua gelas berisi sekam bakar) tidak menyentuh air secara langsung, sehingga perannya diibaratkan seperti akar pengganti sementara.
Yuk berhidroponik, sayuran sehat menanti di meja makan ya!
Facebook Comments

About Yang Leprilian

Seorang pegawai BUMN yang hobi menulis. Memiliki minat dan ketertarikan pada dunia olahraga, gaya hidup dan makanan sehat.