This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Hidroponik: Urban Farming Masa Kini

Hidroponik: Urban Farming Masa Kini

Apa itu Hidroponik?

“Hidroponik”. Kata yang cukup asing bagi yang baru mendengarnya. Hidroponik sendiri intinya adalah menanam tanpa tanah, tetapi 100% menggunakan air dan campuran nutrisi yang hanya dibutuhkan sayuran dalam menanam.

 

Sejarah Hidroponik

Hidroponik sendiri adalah serapan bahasa latin dari kata hydro=air dan phonos=tenaga. Sejarah mencatat bahwa cara penanaman dengan teknik hidroponik ternyata sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, seperti pada zaman Babylonia yang terkenal dengan hanging garden atau kebun gantung. Hidroponik juga sudah mulai di teliti pada tahun 1600-an oleh Jan van Helmont dari Belgia yang berkesimpulan bahwa tumbuhan mendapatkan zat-zat penyusunnya dari air.

Pada 1699 John Woodward asal Inggri juga berkesimpulan bahwa tanaman bertumbuh sebagai hasil dari zat-zat yang ada di air, yang berasal dari tanah, tidak hanya berasal dari air itu sendiri. Penelitian mengenai penanaman dengan air terus berlangsung hingga pada tahun 1860 – 1861, duo Jerman, Sach dan Knop, akhirnya berhasil menumbuhkan tanaman langsung dalam larutan air mengandung mineral. Metode ini diberi nama “nutriculture,” awal mula teknik hidroponik yang berkembang sampai saat ini.

Hidroponik di Indonesia

Di Indonesia sendiri Hidroponik awalnya mulai dipelajari pada tahun 1970-an yang menjadi bahan praktikum di Perguruan Tinggi (ada yang menyebut UGM). Lalu pada 1982 Hidroponik mulai dikembangkan menjadi lahan bisnis dan di aplikasikan dalam skala industri oleh sang legenda Bob Sadino dengan menggunakan lahan seluas 2,5 hektar. Seiring berjalannya waktu Hidroponik semakin berkembang di Indonesia karena kemudahan penanaman dan juga keuntungan yang bisa didapat dibanding menanam secara konvensional. Kemudahan akses informasi saat ini juga membuat Hidroponik lebih mudah dipelajari sendiri serta membantu penyebaran informasi mengenai Hidroponik itu sendiri.

 

Urban Farming Masa Kini

Hidroponik pada dasarnya cukup mudah untuk di lakukan dalam skala rumah tangga. Sayur-sayuran hasil panen sendiri memang nikmat rasanya, apalagi jika hasilnya bagus. Cukup banyak sayuran maupun buah-buahan yang bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik contohnya yang paling sering adalah sayur jenis sawi-sawian seperti pakcoy, caisim, sawi putih, tatsoi atau sawi pagoda, samhong, kailan, sawi pahit dan masih banyak lagi.

Selain itu sistem hidroponik juga terkenal untuk menumbuhkan berbagai macam jenis selada, seperti, selada air, selada butterhead, romaine, green coral, red coral dan masih banyak lagi. Untuk herbs dan penambah bumbu makanan seperti, seledri, bawang daun, kucai, rosemary, thyme dan lainnya juga bisa menggunakan hidroponik. Lalu untuk buah-buahan hidroponik seringkali digunakan untuk menanam melon, semangka, tomat, timun, cabai, paprika dan lainnya.

Mudahnya pemeliharaan dan hasil yang bagus serta dapat menggunakan lahan relatif sempit juga turut membuat hidroponik menjadi tren yang digandrungi akhir-akhir ini. komunitas maupun asosiasi penggemar dan egiat hidroponikpun sudah banyak muncul di berbagai kota, sehingga penyebaran sistem hidroponik di Indonesia menjadi lebih luas. Dengan adanya komunitas maupun asosiasi juga turut memudahkan pemula yang ingin belajar mengenai hidroponik lebih jauh serta bisa dengan mudah mendapatakan prasarana maupun starter kit untuk mulai belajar hidroponik sendiri di rumah, karena memang perlengkapan hidroponik masih dinilai kurang tersebar dan tersedia di semua tempat. Belum tentu sebuah toko bibit atau tanaman memiliki prasarana penting hidroponik seperti nutrisi AB mix atau media tanam seperti rockwool yang kebanyakan masih bisa diperoleh dengan membelinya secara online.

Inti dari hidroponik sendiri adalah menanam tanpa tanah, melainkan dengan bantuan air yang telah kita campurkan dengan hanya nutrisi yang dibutuhkan oleh si tanaman itu sendiri yang di laha oleh tanaman melalui akarnya.

Jangan takut untuk mencoba dan praktek langsung bagaimana cara menanam dengan menggunakan sistem hidroponik dimulai dengan persiapan perlengkapan, penyemaian benih dan pemberian nutrisi bagi tanaman kita kelak. Selamat mencoba! Nntikan artikel berikutnya mengenai berbagai cara, sistem dan modul penanaman hidroponik 😀

 

Sumber : Urbanhidroponik.com

Suber Gambar: Tanaman Hidroponk Penulis

 

Facebook Comments

About Yang Leprilian

Seorang pegawai BUMN yang hobi menulis. Memiliki minat dan ketertarikan pada dunia olahraga, gaya hidup dan makanan sehat.