This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Imigrasi Besar-Besaran Venezuela Dilanda Krisis Ekonomi

Imigrasi Besar-Besaran Venezuela Dilanda Krisis Ekonomi

Venezuela didera krisis ekonomi parah, antara lain ditandai dengan inflasi yang meroket. Mata uang setempat, tisu dijual 2,6 juta sementara daging ayam 14,6 juta.

Di tengah krisis, banyak warga memilih meninggalkan negara tersebut.

Krisis kemanusiaan di Venezuela telah menyebabkan salah satu migrasi massal terbesar dalam sejarah Amerika Latin.

Presiden Nicolás Maduro menyalahkan “imperialis” – orang-orang seperti Amerika Serikat dan Eropa – karena melancarkan “perang ekonomi” melawan Venezuela dan menjatuhkan sanksi kepada banyak anggota pemerintahannya.

Tetapi para pengeritiknya mengatakan itu adalah salah urus ekonomi – pertama oleh pendahulu Hugo Chavez dan sekarang Presiden Maduro sendiri – yang telah membawa Venezuela bertekuk lutut.

Negara ini memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Dulu sangat kaya sehingga Concorde biasa terbang dari Caracas ke Paris. Sekarang, ekonominya compang-camping.

Empat dari lima orang Venezuela hidup dalam kemiskinan. Orang-orang mengantri berjam-jam untuk membeli makanan. Orang-orang sekarat karena kekurangan obat-obatan. Inflasi berada pada 82.766% dan ada peringatan yang bisa melampaui satu juta persen pada akhir tahun ini.

Venezuela berusaha keluar dari negara, PBB mengatakan 2,3 juta orang telah meninggalkan negara itu – 7% dari populasi. Lebih dari satu juta telah tiba di Kolombia dalam 18 bulan terakhir.

Banyak dari orang-orang Venezuela yang datang ke Jembatan Internasional Simón Bolívar untuk mencari suaka baru.

#inforakyat #Venezuela #internasional #krisis #ruangrakyat

Facebook Comments

About Fahmy Yusuf

Sarjana Humaniora Universitas Indonesia, Magister Pertahanan Universitas Pertahanan. Editorial Ruang Rakyat.