This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Kopi Arabika : Ketika Kualitas Berbicara

Kopi Arabika : Ketika Kualitas Berbicara

Jangan tertipu oleh namanya, agaknya ini ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kopi arabika. Bukan asal usulnya yang berasal dari semenanjung tanah Arab sehingga nama arabika melekat untuk jenis kopi ini. Kopi ini berasal dari Ethiopia yang dahulu dikenal dengan nama Abyssinia, sebuah negara di Afrika Timur. Perdagangan kopi arabika sudah terjadi sejak tahun 575 hingga tahun 890 Masehi oleh bangsa Arab dan Persia. Sepertinya nama arabika berasal dari bangsa yang memperdagangkannya, bukan dari negara asal usulnya.

Lima belas abad kemudian, kopi yang hanya bisa tumbuh dikawasan dengan ketinggian 700-1700 meter diatas permukaan laut dan bersuhu 15-24 derajat celcius ini mulai menjadi simbol dan gaya hidup orang-orang perkotaan. Kadar kafein yang hanya sekitar 0,8 sampai 1,4% jika dibandingkan kopi robusta yang bisa mencapai 2,2 hingga 2,4% menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan yang tidak menyukai banyak kandungan kafein.

Meskipun memiliki rasa yang sedikit asam dan pahit di mulut, namun teksturnya yang halus dan kental menjadikan kopi arabika memiliki karakteristik rasa yang lebih melekat di lidah. Uniknya, kadar gula dan lipid pada kopi arabika justru juga dua kali lebih banyak dibandingkan kopi robusta.

Hal ini menjadi daya tarik lain bagi pencinta kopi, khususnya yang menyukai cita rasa manis. Futhermore, variasi rasanya pun beragam, mulai dari rasa manis yang lembut hingga rasa pahit yang kuat dan tajam. You can choose what you want, can’t you?

Ketika berbicara mengenai harga which is erat kaitannya sama kualitas, kopi arabika harganya jauh melampaui kopi robusta maupun liberika. Hal ini ditengarai oleh perawatan ekstra untuk tumbuhan kopi jenis ini.

Yap, sudah jadi rahasia umum bahwa kopi arabika rentan terhadap penyakit karat daun sehingga membutuhkan perhatian hingga menghasilkan kopi berkualitas selama 8 hingga 11 bulan tersebut. Kualitas rasa arabika dan harganya yang mahal menjadikan kopi ini memiliki standar cukup tinggi bagi peminatnya.

Konsumen kopi arabika didominasi oleh kalangan menengah keatas. Rasa dan kualitas kopi arabika memang tidak pernah berbohong, namun soal selera, anda berhak menentukan.

 

Ditulis Oleh : Usman Manor (Alumni Ilmu Sejarah UI)

Facebook Comments

About Redaksi Ruang Rakyat

RuangRakyat memberikan ruang bagi kamu yang ingin menuangkan gagasan ke seluruh rakyat Indonesia.