This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Mari Kenali Tipe Serangan Teroris

Mari Kenali Tipe Serangan Teroris

Dalam beberapa minggu belakangan ini, publik Indonesia kembali dikagetkan dengan serangkaian serangan teroris yang terjadi di Indonesia, dari penyerangan di Mako Brimob Kelapa Dua yang dilakukan oleh narapidana tindak pidana terorisme yang sementara ditahan di sana, serangan bom bunuh diri yang menargetkan beberapa gereja di Surabaya dan penyerangan Mapolda Riau.

Bagi publik yang awam dalam dunia keamanan dan terorisme, biasanya mengidentikkan serangan teror itu dengan satu kata, yaitu ‘bom’. Akan tetapi, di lapangan, serangan teroris itu bisa diklasifikasikan dalam beberapa kategori yang biasanya merupakan kombinasi antara pelaku (tunggal/berkelompok), alat yang dipakai, maupun jenis misinya.

Serangan Teror di Iraq(Sumber : Facebook Alto Luger)

Berikut ini adalah beberapa tipe serangan teror yang biasa dipergunakan oleh kelompok-kelompok teroris, yaitu;

    1. Serangan konvensional
      Serangan konvensional adalah serangan teror ‘by the book’, yang dilakukan oleh kelompok teroris bersenjata kepada sasaran di lokasi tertentu dengan tujuan untuk menguasai lokasi tersebut dan mengeliminasi musuh atau target di situ. Hal ini yang dilakukan oleh kelompok Santoso di Poso dimana mereka berpindah dan menyerang kampung-kampung di wilayah Poso Pesisir.
    2. Lone wolf
      Lone wolf adalah serangan teror yang dilakukan oleh individu dengan memakai senjata api, senjata tajam, ataupun alat lain dengan tujuan untuk membunuh orang atau target. Pembunuhan Bripka Frenje di Kelapa Dua tanggal 10 Mei lalu merupakan contoh dari serangan Lone wolf.
    3. Active Shooter
      Active Shooter adalah varian dari Lone wolf di atas. Sesuai dengan namanya, active shooter adalah serangan teror yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang bersenjata api di satu lokasi tertentu, biasanya lokasi yang dipilih adalah lokasi umum yang ramai seperti mall, sekolah atau pasar. Berbeda dengan serangan konvensional, tujuan dari active shooter ini adalah untuk membunuh orang sebanyak-banyaknya dan bukan untuk menguasai wilayah. Active shooter itu berarti bahwa teroris sangat gampang berbaur dengan targetnya sehingga mempersulit aparat keamanan untuk mengidentifikasi dan/atau mengeliminasi sasaran. Serangan teroris di Mall Westgate Nairobi, Kenya tahun 2013 merupakan contoh dari serangan Active Shooter.
    4. IED atau gampangnya disebut dengan bom rakitan adalah serangan teror dengan mempergunakan bahan peledak yang dirangkai oleh teroris dan diletakan pada sasaran tertentu dan didetonasi pada waktu tertentu untuk membunuh korban yang sebanyak banyaknya. Ada beberapa varian dari serangan IED ini, tetapi secara umum ada beberapa varian:
  • Vehicle Borne IED (VBIED) atau bom mobil. Kalau IED biasanya ditaruh di dalam tas, kardus, koper dan/atau wadah lain dan diletakan pada sasaran tertentu, maka VBIED memakan mobil sebagai wadahnya. IED diletakkan di dalam mobil, dan mobil tersebut dibawa dan diparkir pada sasaran tertentu untuk kemudian diledakkan lewat timer atau lewat remote. Bom Bali I adalah contoh dari VBIED.
  • Suicide VBIED (S-VBIED) atau bom bunuh diri dengan mempergunakan mobil. Yang membedakan dengan point 4.1 di atas adalah dalam SVBIED, ada supir yang berada di dalam mobil dan supir tersebut yang meledakkan bom bersama dengan dirinya di dalam. Ini adalah misi bunuh diri. Serangan ke Kedutaan Australia tahun 2004 adalah contoh dari SVBIED
  • Body Borne IED (BBIED) atau bom di badan. Ini adalah bom bunuh diri dimana pelaku membawa bom di badannya, baik di dalam tas yang dipakai, atau dililitkan di tubuhnya dan ditutupi dengan pakaian agar tidak kelihatan. Pelaku, bisa tunggal atau berkelompok akan berusaha agar tidak terdeteksi sehingga bisa melakukan penetrasi masuk sampai ke sasaran yang diinginkan dan kemudian meledakkan dirinya. Serangan teror di gereja-gereja di Surabaya kemarin adalan contoh dari BBIED
  • Drone Borne IED (DBIED) atau bom dengan pesawat drone. Ini adalah varian terkini yang beberapa kali dipakai oleh ISIS di Iraq, yaitu dengan merakit bahan peledak dan diterbangkan dengan drone yang bebas dibeli di pasar. Hal ini merupakan tren yang baru karena drone-drone modern bisa memiliki jarak terbang yang cukup jauh dan punya kamera yang bisa memperlihatkan sasaran yang ingin ditargetkan.

Detonator (Sumber : Facebook Alto Luger)

  1. Complex Attacks
    Complex Attacks adalah kombinasi dari dua atau lebih tipe serangan di atas. Biasanya, complex attacks dimulai dengan serangan VBIED ke sasaran tertentu, misalnya instalasi pemerintah, kemudian diikuti oleh serangan BBIED yang dilakukan oleh beberapa pembom bunuh diri. Setelah itu baru diikuti oleh kelopok bersenjata yang masuk dengan penyerangan konvensional dan menciptakan situasi Active Shooter. Penyerangan Westgate Mall di Nairobi, atau penyerangan teror di Mumbai, India adalah dua contoh Complex attacks.

Pengetahuan akan tipe-tipe serangan teroris ini penting agar kita mampu menghindarkan diri dan menjadi korban dari teroris. Ada dua hal penting yang bisa dipelajari dari lapangan:

Pertama adalah jangan sekali-kali bercanda soal bom, apalagi saat berada di pesawat! Teroris selalu ingin selangkah lebih maju dari aparat keamanan dan mereka selalu melakukan ‘research and development’ untuk mengembangkan bahan peledak/IED yang sulit untuk dideteksi di bandar udara. Di Yemen, mereka memasukkan IED kedalam printer, ke dalam celana dalam. Jadi jangan sekali-kali bercanda soal bom. DIsamping itu, bercanda soal bom pasca serangan bom yang memakan korban jiwa itu sangat tidak etis dan tidak beradap.

Kedua adalah prinsip when there is one, there is two. Orang-orang di lapangan sangat mengerti bahwa bisasanya teroris itu menggunakan lebih dari satu serangan bom dalam waktu yang berdekatan agar bisa membunuh orang dengan sebanyak-banyaknya. Dengan demikian maka apabila ada serangan bom, jangan mendekat ke lokasi, apalagi ingin foto-foto. Anda tidak tahu, mungkin saja orang di samping anda pun adalah orang dengan misi BBIED yang menunggu saat banyak orang sudah berkumpul untuk menonton barulah dia meledakkan dirinya untuk membunuh orang yang lebih banyak lagi.

Tetap WASPADA tetapi JANGAN TAKUT

Salam dari Iraq

Alto Luger , Mosul – Iraq

Ditulis Oleh Alto Luger Pengamat Terrorisme Lulusan Peace & Conflict Resolution di Queensland University

#IndonesiaTanahAirBeta

Facebook Comments

About Fahmy Yusuf

Sarjana Humaniora Universitas Indonesia, Magister Pertahanan Universitas Pertahanan. Editorial Ruang Rakyat.