This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Pembangunan Ekosistem Budaya sebagai Persiapan Menjadi Pusat Kebudayaan Asia  

Pembangunan Ekosistem Budaya sebagai Persiapan Menjadi Pusat Kebudayaan Asia   

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sejak awal tahun 2019, sedang dipersiapkan menjadi pusat kebudayaan Asia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai aktor utama akan merealisasikan hal ini, salah satunya dengan melakukan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Revitalisasi ini dilakukan dalam rangka mewujudkan mimpi Jakarta untuk memiliki pusat kesenian berskala internasional.

Terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 73, ruang publik di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi DKI Jakarta yang diresmikan pada tanggal 10 November 1968 ini secara rutin menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kesenian.

Aktivitas kebudayaan di TIM meliputi pementasan drama, musik, wayang, pagelaran tari, pameran lukisan, serta pemutaran film. Adapun fasilitas fisiknya terdiri atas Graha Bhakti Budaya, Galeri Cipta II & III, Teater Kecil/Teater Studio, Teater Halaman (Studio Pertunjukan Seni), Planetarium, Institut Kesenian Jakarta, dan Bioskop. Balai Pameran, Galeri, dan Gedung Arsip.

Pada tahun 2019 ini, akan dilakukan pembangunan gedung baru beserta fasilitas penunjang. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2020 dengan merevitalisasi bangunan eksisting dan penataan ruang terbuka hijau. Pembangunan tersebut dilakukan oleh PT. Jakarta Propertindo.

Sumber: Dokumentasi Pribadi Ruang Rakyat

Konsep revitalisasi mengarah untuk menciptakan ekosistem budaya, salah satunya dilakukan dengan pembuatan taman yang besar, sehingga dapat menjadi tempat para seniman, khususnya untuk menarik perupa muda untuk praktik, latihan, dan mempertunjukkan seni di luar ruangan. Revitalisasi ini sangat penting, apalagi jika mengingat saat ini sudah mulai jarang kita menyaksikan kiprah kaum muda dalam pentas seni. Jikalau ada, kecenderungannya hanya muncul secara periodik melalui event tertentu. Hal ini disebabkan kurang tersedianya ruang terbuka sebagai wahana untuk menyalurkan ekspresi dan bentuk kebudayaan.

Menurut Koentjaraningrat (1987), budaya adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Karena itu kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan pengalaman dan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang terbangun dan digunakan untuk menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya.

Ruang publik di TIM diharapkan dapat memastikan ekosistem budaya dapat berjalan. Para pelaku seni memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri, menyampaikan aspirasinya yang dituangkan ke dalam karya kepada publik, dan mengembangkan bakat.

Dengan disahkannya Undang-Undang Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, maka TIM sebagai ruang publik yang menumbuhkan ekosistem sebagai sarana mengekspresikan dan mengapresiasi budaya merupakan suatu hal yang tak dapat ditawar.

Sumber: Dokumentasi Pribadi Ruang Rakyat

Pemajuan kebudayaan harus merealisasikan upaya yang dapat meningkatkan ketahanan budaya dan menciptakan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan sehingga kebudayaan menjadi haluan pembangunan nasional.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan perlu terus menyinergikan upaya pembentukan ekosistem budaya dengan para pemangku kepentingan lain di bidang kebudayaan, agar adanya tata kelola yang baik dan akan memudahkan kebudayaan untuk bergerak dan membangun kesadaran masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan Strategi Kebudayaan sebagai hasil Kongres Kebudayaan Indonesia yang telah dilaksanakan pada 5-9 Desember 2018 lalu.

Melalui upaya ini, interaksi budaya yang dinamis dan kompleks yang melibatkan antarkelompok dan antarbangsa diharap dapat terjalin dan membekali DKI Jakarta untuk dapat menjadi Pusat Kebudayaan Asia.

 

 

 

 

Facebook Comments