This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Sulaiman Han, Dari Cina Bisnis Kuliner Halal Sebagai Ibadah

Sulaiman Han, Dari Cina Bisnis Kuliner Halal Sebagai Ibadah

Kita akan menemui banyak restauran bernuansa “Cina” di kawasan Kota atau Tamansari, wajar saja karena kehidupan warga tionghoa sejak era kolonial sudah di pusatkan di kawasan perniagaan ini.  Banyak diantara restauran itu menyajikan menu yang tidak halal yang membuat muslim seperti saya agak sedikit cemas. Namun keyakinan saya berubah ketika saya berkesempatan mendapatkan undangan makan malam di satu restauran “Cina muslim” yang menyajikan menu makanan yang semuanya dijamin halal.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu saya langsung meluncur ke Sulaiman Resto yang kini berlokasi di Jl. Kyai H. Zainul Arifin Blok A No.10-11, Tamansari, Jakarta Barat. Restauran yang buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam ini kini sudah berpindah tempat dari sebelumnya berada di Pecenongan.

Sulaiman Restauran Tampak Depan

Kini Resto halal itu memiliki daya tampung pengunjung yang lebih luas dengan menyediakan 3 lantai untuk pengunjung. Bangunan yang terdiri dari 5 lantai itu pada lantai 4 dan 5 digunakan sebagai mess karyawan dan hunian. Dekorasi resto tidak jauh berbeda dari yang lama, masih kental dengan nuansa Tiongkok dan Islam, dimana masih banyak tulisan kaligrafi.

Sang pendiri tidak lain adalah Sulaiman Han. Pria kelahiran Xian yang merupakan ibu kota dari Provinsi Shaanxi di Republik Rakyat Tiongkok. Kota ini merupakan kota yang memiliki sejarah kehiduapan muslim yang sangat kental. Sulaiman lahir dari keluarga muslim yang sudah berkembang ratusan tahun lalu di Tiongkok atau Cina. Walaupun mengaku sebagai minoritas di kalangan Cina sendiri ia memberanikan diri melancong ke Jakarta dengan berbekal kemampuan bela diri wushu dan keterampilan memasak.

Bertemu dengan Sulaiman yang kini sudah berusia 40 tahunan, saya mendapatkan suatu pelajaran hidup yang berharga. Sambil menyantap makan malam ia banyak bercerita tentang kisah perjalanannya selama merintis usaha kuliner.

Saya dan Sulaiman Han

Ia merupakan sosok yang jenaka sekaligus pekerja keras. 7 tahun jatuh bangun merintis bisnis kuliner di Jakarta membuahkan hasil yang manis. Kini ia telah memiliki cabang di Bali dan membuka usaha lainnya. bahkan saat ini sudah mempekerjakan lebih dari 30 karyawan di satu restorannya saja.

Sulaiman menuturkan kisah suksesnya adalah bekerja dengan  berpegang pada prinsip menyebarkan kebaikan dan ibadah yang merupakan nilai-nilai ajaran Islam. Tidak jarang ia mengadakan makan bersama untuk anak yatim piatu dan kaum duafa pada hari-hari tertentu.

Karyawan yang ia pekerjakan juga diberikan fasilitas yang memadai untuk menunjang kesejahteraan sehari-hari, dan setiap hari jumat semua karyawan muslim diwajibkan untuk bersama-sama pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Sosok yang jenaka ini mengaku berusaha keras untuk dapat menguasai bahasa Indonesia, setelah 7 tahun di Jakarta bahasa Indonesia Sulaiman sudah hampir fasih. Bicara soal kuliner, saya berkesempatan mencoba sup seafood, satai kambing, satai udang telur asin, dan ubi manis krispy.

Kuliner Cina Halal

Bagi saya yang muslim, kehalalan makanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan, saya tidak ragu menyantap makanan bersama Sulaiman Han karena restauran ini telah mengantongi sertifikasi halal dari MUI, selain itu menu yang disajikan sangat menggoyang lidah saya yang sangat menyukai masakan oriental.

Ubi Manis Krispy

Makanan khas Cina ini memiliki tekstur makanan yang lembut namun memiliki rasa yang cukup kuat. Keaslian rasa dihasilkan dari rempah-rempah yang diimpor langsung dari dataran Cina. Menu yang saya rekomendasikan adalah sate udang telur asin dan ubi manis krispy, kapan-kapan saya akan kembali kesini hanya untuk memesan menu ini kembali.

Tidak terasa pertemuan sekaligus jamuan makan malam bersama Sulaiman Han sudah sampai pukul 22.00 WIB dimana saya harus pamit dan berterima kasih atas kisah inspirasi dalam bekerja dan beribadah.

 

 

Facebook Comments

About Fahmy Yusuf

Sarjana Humaniora Universitas Indonesia, Magister Pertahanan Universitas Pertahanan. Editorial Ruang Rakyat.