This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Apa Penyakit yang Ditimbulkan Perubahan Iklim?

Apa Penyakit yang Ditimbulkan Perubahan Iklim?

Perubahan iklim kini dianggap sebagai masalah besar bagi Bumi. Suhu Bumi telah berubah secara drastis dalam kurang lebih 4,6 miliar tahun, dimulai dari Zaman Es Huronian yang menutupi sebagian besar planet dengan es selama hampir 300 juta tahun.

Saat ini, perubahan iklim umumnya menggambarkan efek pemanasan global yang telah terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia setelah revolusi industri pada abad ke-18.

Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) telah menyatakan perubahan iklim sebagai darurat kesehatan. Hal ini setelah laporan The Lancet memperingatkan mengenai iklim yang berubah cepat memiliki implikasi mengerikan bagi setiap aspek kehidupan manusia.

Cuaca dan iklim berubah sejak zaman Hipocrates. Panas berlebihan menyebabkan hipertermi, dingin berlebihan menyebabkan hipotermi dan kemarau menyebabkan kelaparan. Perubahan iklim meningkatkan risiko curah hujan ekstrem sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir.

Selain itu, anomali cuaca akibat perubahan iklim juga berkontribusi terhadap kejadian angin topan, tornado dan kebakaran hutan, yang kemudian bencana tersebut dapat mengakibatkan luka¬luka, kecelakaan dan kematian makhluk hidup.

Iklim mempengaruhi berkembangnya penyakit tropik dan meningkatkan risiko vector borne diseases seperti malaria dan demam berdarah dengue, mempengaruhi risiko food bourne, water bourne diseases, dan emerging infectious diseases seperti hantavirus, Ebola hemorrhagic fever dan West Nile Virus.

Bahkan, terdapat hubungan antara cuaca dan kematian karena penyakit kardiovaskuler dan penyakit respirasi. WHO memperkirakan tahun 2000, akibat perubahan iklim terjadi 150.000 kematian pertahun. Suhu yang ekstrem baik dingin maupun panas, perubahan polusi udara, banjir, gas, hujan, petir, perubahan alergen, kebakaran hutan dan hujan debu, berpotensi menyebabkan penyakit respirasi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pendapat lain menurut Medkes (2015), perubahan iklim juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bahkan kematian, misalnya yaitu:

  1. Meningkatnya korban jiwa akibat bencana alam, seperti, badai, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
  2. Kurang tersedianya pasokan air bersih yang akan menimbulkan masalah kesehatan.
  3. Meningkatnya penyakit pernapasan, jantung, dan alergi akibat buruknya kualitas udara, misalnya, sebagai akibat seringnya terjadi kebakaran hutan.
  4. Meningkatnya penyakit gastrointestinal (pencernaan), karena penyakit yang ditularkan lewat makanan lebih sering terjadi pada iklim yang hangat.
  5. Meningkatnya kejadian penyakit yang berhubungan dengan suhu yang panas, seperti kelelahan, stroke, dan mungkin kematian.

Menyadari bahwa perubahan iklim dapat membahayakan kesehatan, maka sudah sepatutnya semua elemen masyarakat melakukan aksi nyata untuk menekan perubahan iklim. Hal yang dapat dilakukan yaitu menekan kegiatan yang berkontribusi pada penimbulan emisi gas rumah kaca. Hal ini penting untuk dilakukan, dimulai dari hal kecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang.

 

Referensi:

Medkes. (2015). Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan. Diakses dari https://www.medkes.com

Sumber Foto: REUTERS/Juan Carlos Ulate

 

Facebook Comments