This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Babak Baru Perang Pasca Pemboman Pabrik Minyak Saudi Arabia

Babak Baru Perang Pasca Pemboman Pabrik Minyak Saudi Arabia

Donald Trump mengatakan AS “Locked and loaded” dan siap untuk menanggapi serangan terhadap fasilitas pemrosesan minyak bumi di Arab Saudi, ketika para pejabat AS mengatakan bukti menunjuk pada keterlibatan Iran.

Presiden AS tidak menyebut Iran, tetapi menulis di Twitter bahwa ia memiliki “alasan untuk percaya bahwa kita tahu penyebabnya” di balik serangkaian serangan terhadap fasilitas Abqaiq, yang merupakan pabrik pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia. Serangan itu mengganggu lebih dari setengah produksi minyak kerajaan dan akan mempengaruhi pasokan global.

Pemerintah AS menghasilkan foto-foto satelit yang menunjukkan apa yang dikatakan para pejabat setidaknya 19 titik dampak di dua fasilitas energi Saudi, termasuk kerusakan di jantung pabrik pengolahan minyak penting kerajaan di Abqaiq.

Para pejabat mengatakan kepada media AS bahwa foto-foto itu menunjukkan dampak yang konsisten dengan serangan yang datang dari arah Iran atau Irak, bukan dari Yaman ke selatan. Irak membantah bahwa wilayahnya digunakan untuk serangan terhadap kerajaan. Para pejabat AS mengatakan pemogokan dari sana akan menjadi pelanggaran kedaulatan Irak.

Para pejabat AS mengatakan perangkat tambahan, yang tampaknya tidak mencapai target mereka, ditemukan di barat laut fasilitas dan sedang dianalisis bersama oleh intelijen Saudi dan Amerika. Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah intelijen, tidak membahas apakah senjata itu bisa ditembakkan dari Yaman, kemudian mengambil jalan memutar, tetapi tidak secara eksplisit mengesampingkannya.

 

Harga Minyak Naik Pesat

Harga minyak naik setelah serangan untuk mencapai tertinggi enam bulan pada hari Senin, dengan kenaikan sebanyak 20%. Minyak mentah brent, patokan internasional, naik hampir $ 12 per barel mencapai hingga $ 71,95 per barel, sebelum turun kembali ke $ 68 per barel.

Amerika Serikat memiliki gua penyimpanan minyak di bawah tanah yang ada di wilayah bibir pantai Texas dan Louisiana. Saat ini cadangan minyak untuk kondisi darurat itu hampir 645 juta barrel atau sekitar sebulan dari jumlah konsumsi minyak masyarakat Amerika Serikat.

Tuduhan Kepada Iran

Klaim milisi Houthi sebagai pelaku penyerangan drone terhadap dua kilang minyak Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais, pada Sabtu pagi pekan lalu diragukan.

Begitu juga klaim drone militer yang menghancurkan dua kilang milik perusahaan raksasa minyak dunia itu dipertanyakan.

Menurut sejumlah pejabat senior AS yang dikutip Reuters, cakupan dan presisi serangan datang dari arah barat-barat laut. Sehingga serangan itu bukan dilakukan Houthi.

Pejabat AS ini menyakini Iran bertanggung jawab atas serangan.

“Tidak peduli bagaimana Anda mengirisnya, tidak ada jalan keluar. Tidak ada kandidat lain. Bukti menunjukkan tidak ada arah lain selain Iran yang bertanggung jawab untuk ini,” kata pejabat itu kepada Reuters.

 

Respon Iran

Komandan Divisi Aerospace Korps Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.[PressTV]

Komandan Garda Revolusi Iran mengatakan pangkalan militer dan kapal induk AS di Timur Tengah berada pada jangkauan rudalnya setelah menuduh Iran melakukan serangan ke dua kilang minyak Arab Saudi.

“Semua orang harus tahu bahwa semua pangkalan Amerika dan kapal induk mereka dalam jarak hingga 2.000 kilometer di sekitar Iran berada dalam jangkauan rudal kami,” kata Kepala Divisi Aerospace Garda Revolusi Amir Ali Hajizadeh, pada Ahad, dikutip dari Reuters, 15 September 2019.

 

Source : Tempo.Co , Kompas.com, Reuters

Facebook Comments

About Fahmy Yusuf

Sarjana Humaniora Universitas Indonesia, Magister Pertahanan Universitas Pertahanan. Editorial Ruang Rakyat.