This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Memajukan Bangsa dan Negara dengan Ukhuwah Wathaniyah

Sejak kemerdekaan diproklamirkan di Indonesia, bangsa ini belum sepenuhnya bebas dari kesengsaraan dan kesusahan. Kesejahteraan belum dapat diraih oleh bangsa ini. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya perbedaan dan disintegrasi yang dilatarbelakangi oleh kepentingan berbagai kelompok. Banyak ideologi yang saling bertentangan dan yang paling kompleks adalah perbedaan pemikiran yang muncul akibat keragaman suku dan bangsa yang ada di Indonesia. Keberagaman ini sangat mudah dipicu konflik terutama yang berkaitan dengan urusan agama. Lantas, bagaimana keberagaman ini harus kita bawa dalam integrasi bangsa demi mencapai cita-cita negara Indonesia? Mari kita bahas bersama masalah ini melalui sudut pandang Islam.

49_13.pngDi dalam petunjuk-Nya, Allah SWT telah berfirman bahwa manusia diciptakan memang dalam keadaan yang berbeda-beda.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS Al Hujurat, 13)”

Mulai dari perbedaan jenis kelamin hingga perbedaan suku dan bangsa. Namun semua itu Allah maksudkan agar manusia saling mengenal satu sama lain, saling belajar satu sama lain, dan saling memahami satu sama lain. Bayangkan apabila manusia diciptakan semua sama, tidak ada perbedaan, maka dunia ini akan berjalan ‘tidak seru’. Oleh karena itu, Allah memang sudah rencanakan menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan sesuai ‘skenario’-Nya Yang Mahaindah. Manusia dituntut untuk menghadapi perbedaan dengan bijak sesuai dengan norma dan hukum yang sudah ditetapkan. Manusia juga berkewajiban untuk membuat persatuan di antara perbedaan tersebut. Tentunya, hal tersebut tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Akan selalu ada godaan yang dibisikkan oleh syetan yang terkutuk untuk memecah belah umat manusia. Godaan tersebut datang dari kelompok manusia yang memusuhi Islam.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al Baqarah, 120)

Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, sejak dahulu Indonesia telah menjadi sasaran pemecah belahan umat yang dilakukan oleh bangsa asing. Untuk itulah, penting bagi negara multikultural seperti Indonesia untuk menanamkan sifat Ukhuwah Wathaniyah. Ukhuwah Wathaniyah merupakan salah satu bagian dari Ukhuwah Islamiyah. Namun, tidak semua rakyat Indonesia beragama Islam. Maka, lebih tepat menyebut persatuan bangsa Indonesia dengan Ukhuwah Wathaniyah. Ukhuwah Wathaniyah sangat penting dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa kita telah memiliki simbol pemersatu yaitu Pancasila. Namun, sampai saat ini belum ada yang melaksanakan dengan benar Pancasila itu. Baik dari orang Islam sendiri maupun yang non Islam. Baik pemimpin negara maupun rakyatnya. Hal itu mengakibatkan terjadinya berbagai macam tindak kriminal, ketidak-adilan, dan konflik internal akibat disintegrasi bangsa. Kasus yang hangat saat ini adalah maraknya premianisme di Indonesia. Tidak tegasnya supremasi hukum dan ketidak-konsistenan para aparat hukum, membuat hukum menjadi lemah di masyarakat. Masih ada rasisme yang terjadi di negeri ini. Masing-masing golongan, suku bangsa dan kelompok individu menganggap dirinya paling benar. Dan masing-masing kepentingan dari mereka membuat Indonesia sulit untuk bersatu.

Pada akhirnya, kita harus menjunjung tinggi Ukhuwah Wathaniyah sesuai yang telah disimbolkan dalam Pancasila. Dengan kata lain, kita harus menjalankan Pancasila sepenuhnya demi mencapai cita-cita bangsa. Ukhuwah Wathaniyah wajib dilaksanakan oleh berbagai elemen masyarakat. Harus adanya koordinasi pelaksanaan antara pemimpin dengan rakyat. Pemimpin dan rakyat harus patuh serta taat dengan konsensus hukum yang telah disepakati bersama. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu’alam bishawab.

Facebook Comments

About ML Khair

Young historian.