This is the default blog title

This is the default blog subtitle.

Mengenal Lese-Majeste

Mengenal Lese-Majeste

Gelombang aksi pendukung demokrasi terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir di Thailand. Serangkaian unjuk rasa yang terjadi tersebut menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-Ocha. Hal ini dimulai setelah Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand membekukan partai oposisi pemerintahan paling vokal, Thai Raksa Chart. Pembekuan ini dinilai semakin menguntungkan penguasa junta militer, PM Prayuth.

Sempat berhenti karena pandemi corona, unjuk rasa yang dipimpin oleh kelompok mahasiswa pun kembali terjadi. Para demonstran juga menuntut adanya reformasi monarki di Kerajaan Thailand. Mereka menuntut pengurangan kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn. Aksi masih terus terjadi, bahkan pada 18 November 2020, akibat kemarahan pada keputusan pemerintah yang menolak usulan reformasi konstitusi serta tuduhan aksi kekerasan oleh polisi, para demonstran melemparkan ember-ember berisi cat warna-warni dan menyemprotkan grafiti pada fasad bangunan markas kepolisian Kerajaan Thailand (BBC.com)

Thailand adalah negara yang tata pemerintahannya berbentuk monarki konstitusional. Monarki berasal dari bahasa Yunani yaitu Monos yang artinya satu dan Archein yang berarti pemerintahan. Pada monarki konstitusional, kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang dipilih oleh Rakyat, sedangkan kepala negara dipegang oleh Raja atau Ratu. Masa jabatan Raja atau Ratu sebagai Kepala Negara adalah seumur hidup dan tahtanya dapat diwariskan.

Kerajaan Thailand pada tahun 1932 memulai monarki konstitusionalnya. Sebelum itu, Thailand dikenal sebagai nama Siam. Namun kemudian berganti menjadi “Thailand” pada tahun 1939. Foto-foto bangsawan kerap dipajang di gedung publik dan rumah pribadi di Thailand. Di bioskop Thailand, kerap diputar lagu kebangsaan sebelum film mulai diputar di bioskop. 

Di Thailand, menyampaikan pernyataan dengan tidak baik dan mengkritik “kekuasaan” raja atau keluarganya adalah hal tabu. Terdapat hukum Lese-Majeste yang melindungi Raja dan keluarganya. 

Lese-Majeste dapat diartikan sebagai suatu perilaku yang merendahkan, mengancam atau menghina martabat seorang pemimpin negara. Secara historis, Lese-Majeste berawal dari masa Romawi di mana perilaku penghinaan pada martabat penguasa Romawi dapat dikenakan suatu tindak pidana, yang sudah seharusnya penguasa pada masa Romawi adalah seseorang yang diagungkan (Smith, 1898).

Sebagaimana praktik dan penggunaannya, Lese-Majeste diartikan sebagai hukum yang bermaksud menempatkan pemimpin negara tidak dapat diganggu gugat, atau tidak boleh dikritik. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Thailand pasal 112 menyebutkan, siapa saja yang mencoreng nama baik, menghina, atau mengancam raja, ratu, dan keturunannya atau orang yang ditunjuk sebagai penguasa kerajaan akan dihukum penjara. Hukuman ini antara tiga hingga 15 tahun. 

Bloomberg pernah menggambarkan bahwa seseorang harus berhati-hati memperhatikan sekelilingnya, siapa yang dapat ia percaya dan siapa yang berpotensi tersinggung, diksi harus dipilih dengan hati-hati dan seksama. 

Ketika ingin menyampaikan sesuatu, kata-kata harus dipilih dan diutarakan tersirat, tidak secara gamblang. Hal ini untuk membangun rasa percaya bahkan sebelum melontarkan kritik ringan terhadap institut yang dilindungi oleh Undang-Undang di sana. 

Selain Thailand, terdapat tiga kerajaan monarki lain di Asia Tenggara yaitu Malaysia, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Brunei Darussalam mengadopsi sistem kerajaan yang bersifat absolut, Brunei memiliki parlemen namun pemilu belum diadakan sejak tahun 1962 (Koestanto, 2020). Malaysia dan Kamboja berbentuk monarki konstitusional. Kamboja mengikuti jejak Thailand dan tahun 2018 memperkenalkan hukum Lese-Majeste.

Sebagaimana yang termuat pada Kyoto Review, negara-negara di dunia yang telah menerima demokrasi sebagai bentuk akhir dari pemerintahan, dalam batas tertentu, dapat turut memengaruhi kecenderungan tersebut. Hal utama kelangsungan lembaga monarki terletak pada bagaimana kerajaan dapat bertindak dengan cara yang dapat menjawab perubahan atas meningkatnya keinginan rakyat atas demokrasi. 

Sumber Foto: AFP, theglobepost.com

Referensi:

Smith, W. (1898). A Concise Dictionary of Greek and Roman Antiquities. London: Wentworth Press.

BBC.com. (19 November 2020). Demonstrasi Thailand: Pengunjuk rasa siram markas polisi di Bangkok dengan cat setelah bentrokan. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-54997243

Koestanto, B.D. (2020). Koran Kompas Edisi 25 Oktober 2020.

Facebook Comments